Archive for the Stick Bilyard n Vodka Category

Sub Bab Perahu Kayu , 1

Posted in Stick Bilyard n Vodka on Februari 23, 2008 by asharjunandar

Seperti sabda situs peninggalan Nuh
Bahwa tiap manusia yang menyalakan
Lampu tuhan di dangau rawa
Dadanya, haruslah
Membuat sebuah perahu

Kaupun menyembur
Dari rumah ke ladang subur
Bulir-bulir pada menguning
Serupa ilalang permadani
Kau sambit dengan anai-anai

Dengan ini, aku akan membuat
Perahuku, katamu
Pada teman yang selalu menanyakan
Pada malam hari menjelang tidur:
Demi tuhan yang sudah mengutuk
Jam beker jadi hantu
Telah berbuat apa kau hari ini ?

Seperti sabda situs peninggalan Nuh
Bahwa tiap manusia yang menyalakan
Lampu tuhan di dangau rawa
Dadanya, haruslah
Membuat sebuah perahu

Dipundakmu kau gotong jejuntaian
Padi
Entah berapa bulir atomnya
Diperjalanan terburai

Sebelum matahari mengeringkan
Cairan tubuhmu
Di halaman belakang rumah
Kau sudah harus tiba

hakcipta pada asharjunandar

Iklan

Sub Bab Perahu Kayu , 2

Posted in Stick Bilyard n Vodka on Februari 23, 2008 by asharjunandar

Tiba-tiba butiran debu jalanan
Yang kau lalui pagi ini
Berubah jadi kawanan gurita
Beberapa mereka segera
Mengepungmu
Usai merompah rambu-rambu
Jalan,
Dari anus mereka ke luar
Cairan-cairan hitam
Yang ganasnya melebihi
Cairan racunnya

Jarak ke rumah masih
Satu kali putaran jam penuh

Kau tenggelam di lautan peluh
Gelombang bagai angin
Muncul dari manapun
Arah bukanlah aturan main
Dalam gelanggang pertarungan

Apakah dibalik punggungmu
Kau masih menyimpan
Jurus cadangan ?

Sedang situs Nuh
Telah mencairkan liurmu

hakcipta pada asharjunandar

Sub Bab Perahu Kayu , 3

Posted in Stick Bilyard n Vodka on Februari 23, 2008 by asharjunandar

Aku teringat dulu waktu kita
Masihlah kanak-kanak
Yang bermain lumpur di payau-payau
Sawah lapang
Ketika sore masih ramah
Untuk dijinakkan

Kita acapkali diam-diam
Menyelinap ke kamar kerja ayah
Mencuri dokumen-dokumen
Pentingnya
Dan kita buat perahu mainan
Dari harga tanda-tangan
Yang disakralkan

Meski kemarau
Ada satu selokan kecil yang airnya
Jernih mengalir
Entah dari mana dan akan kemana

Kau dan aku tidak pernah
Menanyakan itu pada belalang
Yang berloncatan sembaran
Di sela dedaunan rerumput
Yang mulai keriput

Atau pada kawanan burung
Yang sekedar hinggap sedikit
Menjaga jarak
Mencari sisa-sisa biji padi

Biasanya kau selalu memenangkan
Perlombaan ritual origami ini
Sambil senyum melingkar sepimu
Kau tunggu aku di tepian kali
Kecil itu
Di atas sebuah batu

Lalu kita sama-sama meletakkan
Pelan-pelan perahu kertas
Di atas kulit air mengalir
Menanti angin datang
Menghanyutkan mereka ke hilir

Dari tepian kita akan berlari
Lari kecil mengikuti liukan air
Yang memacu perahu kertas itu

Jauh – jauh kian jauh kita
Dari pekarangan rumah

Dan entah berapa milyar tawa
Yang sudah terburai di udara
Ke luar dari usus kecil kita

Sesekali kita berhenti sambil
Memegangi perut
Dengan lutut tertekuk
Sementara perahu terus saja
Dibawa aliran menjauh

Tanpa sauh
Perahu itu tanpa sauh
Hanya sembulan kerucut
Di tengahnya yang jadi kendali
Atas angin datang
Yang terkadang pelan
Liar bahkan

Kita makin jauh tertinggal
Di belakang

Dan bayang-bayang
Yang mulai hilang

Kita tersentak
Dimanakah kita?

Dan bajumu, kau tanggalkan
Di mana tadi ?

Oh, malam sebentar lagi
Dan sore itu, kita bolos lagi
Mengaji

hakcipta pada asharjunandar

Sub Bab Perahu Kayu , 4

Posted in Stick Bilyard n Vodka on Februari 23, 2008 by asharjunandar

Seakan ludah di mulut memiliki
Kekuatan gaib,
Berkali-kali kau telan
Lalu kau muntahkan

Gurita itu sudah mulai mendekat
Tentakel-tentakel mereka
Membentuk dinding penjara
Yang merambat
Seperti ular yang mengintip
Percintaan adam hawa
Di surga

Kau masih berdiri memejamkan
Mata

Udara, debu, dedaun, matahari
Dan segala yang hadir di situ
Membelalakkan mata pada momentum
Bisu

Akan berbuat apa kau ?
Sedang darah telah letih
Kau ajak berkelana

Membayang kembali sesuatu
Yang akan mengantarkanmu
Ke satu pulau

Pulau yang hijau rimba
Tanpa penghuni selain
Angin yang menjanjikan
Bagi bocah yang gemar bermain
Layangan bambu

Dalam pejamanmu
Sayup-sayup bisa kau lihat
Deburan ombak yang tenang
Berdiri namun menyerupai tombak

Burung yang bersalto bebas
Bermain bola buih
Dengan betinanya tanpa cemas

Dan pasir, kau bayangkan
Satu istana kota berdiri megah
Yang gerbangnya terbuka
Menyambut kedatanganmu

Dan permaisuri di satu kamar
Di tengah aula besar
Sudah selesai mendandani
Ranjang dan sekujur tubuhnya
Di depan kaca

Kau rasakan getaran-getaran
Malam yang menyengat
Bagai lebah madu
Dan anggur kau tuangkan
Ke gelas kaca
Sebelum lilin menggantikan
Cahaya lampu renta

Lalu semuanya berkumpul
Mengitarimu
Perlahan membentuk
Satu lingkaran
Berputar seperti tornado
Pada akhirnya berwujud
Noktah putih saja
Sebelum raib entah kemana

Dan dari batas lengkung cakrawala
Satu titik bermula
Pelan muncul lagi
Seperti runcing hulunya

Serupa perahu kertas dulu
Yang tak terhitung pula
Kau mengejar-ngejarnya

Nuh ! ujarmu lantang menderu

“Baiklah: Maju satu- satu jangan
Semua sekalianlah yang memuakkan
Mari kita selesaikan
Secara jantan”

Serumu jalang

hakcipta pada asharjunandar

Sub Bab Malam , 1

Posted in Stick Bilyard n Vodka on Februari 19, 2008 by asharjunandar

Malam selalu membangun
rumah
Di selokan selokan
Di bak-bak pembuangan
Di becek jalan berlubang
Menuju kuburan

Kemana-mana, malam
Mengenakan baju rombengan
Dimana-mana terlihat sobekan
Di tangan kiri rokok sebatang
Di sebelah kanan kresekan
Berisi kotoran

Terseok-seok malam berjalan
Badannya bongkok
Condong kepala ke depan
Ke arah langit matanya jelalatan

Malam tak lupa pulang
Dengan perut keroncongan

hakcipta pada asharjunandar

Sub Bab Malam , 2

Posted in Stick Bilyard n Vodka on Februari 19, 2008 by asharjunandar

Malam keletihan berjalan
Terduduk di trotoar kemudian
Dengan mata tetap saja
Pada langit jelalatan

Biru langit bukanlah biru laut
Biru langit sedikit
Biru temaram
Bercampur desahan bulan
Dan bebintang
Berseteru dengan cahaya
Kunang-kunang

Terserah awan mau berjalan
Atau berserakan
Langit asyik saja berdendang
Mengikuti gelombang gendang

Malam kembali menyulut api
Rokok di tangan kiri
Nyaris puntung
Dengan aku, berjumpa
Di perempatan

Diajaknya aku ke rumahnya
Bermalam
Semalam kami bertukar
Fikiran
Tentang warna langit
Yang berubah bila malam
Datang
Dan nyamuk melengkapi
Raibnya kantuk

Kami menggelandangkan
Kaki
Ke warung kopi

Naik saja dua kaki ini
Ke atas kursi panjang
Pesan manisnya hangat kopi
Dan gorengan pisang
Selangkang perempuan

Kali ini, biar aku yang melunaskan
Kawan,

hakcipta pada asharjunandar

Sub Bab Malam , 3

Posted in Stick Bilyard n Vodka on Februari 19, 2008 by asharjunandar

Tak berdaya malam terkapar
Di bawah ranjang
Tangannya masih mencengkram
Paha dan botol minuman
Tambah lagi obat kuat
Dendam ini harus tiba
Ke lembah kesumat
Mumpung kuda betina
Masih tangguh berlari kencang
Membelah angin
Yang buron di pegunungan
Ranjang

hakcipta pada asharjunandar